Selasa, 10 November 2015

Peringatan Hari Pahlawan

Hari Selasa, 10 November 2015, Halaman Madrasah dipenuhi oleh siswa siswi Madrasah di bawah naungan Pondok Pesantren Al Fatah Banjarnegara dengan KH. Zainul Arifin, S.Ag., MM. bertindak sebagai pembina Upacara pada peringatan Hari Pahlawan. Upacara yang diikuti oleh Guru, Karyawan dan siswa MTs Al Fatah Banjarnegara, MA Al FAtah Banjarnegara dan SMK Al Fatah Banjarnegara berjalan dengan khidmat. 

 KH. Zainul  Arifin, S.Ag., MM. meyampaikan hari Pahlawan erat kaitannya dengan resolusi jihad karena "resolusi jihad" yang dicanangkan para ulama pada 22 Oktober 1945 di gedung tua itu pula yang menjadi pemicu semangat Arek-Arek Suroboyo untuk mengganyang penjajah dalam Pertempuran 10 November 1945. Resolusi jihad dicetuskan oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 oktober tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA.
KH. Hasyim Asy’ari sebagai ulama pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu”. Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade ke-49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.
Jenderal Mallaby pun tewas dalam pertempuran. Hal tersebut membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, yang tanggal tersebut diperingati sebagai hari Pahlawan.

Kemerdekaan indonesia memang tidak lepas dari para santri dan ulama, karena memang tak hanya tentara yang berperang melawan penjajah, tercatat banyak ulama dan santri yang ikut berperang untuk mengusir penjaah dari bumi Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar